TAKJIL: Aneka menu takjil yang bisa Anda dapatkan di Hotel Nikko Jakarta. Selama bulan Ramadan ini, beberapa restoran di Hotel Nikko menggelar promo aneka menu lebaran mulai dari takjil, menu utama, hingga hidangan penutup.
MENYAMBUT bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1431 H pihak pengelola tempat hiburan dan hotel beramai-ramai menyediakan paket istimewa.
Mereka berusaha memberikan penawaran menarik untuk menggaet lebih banyak pengunjung.Sejumlah promosi akhirnya disodorkan, terutama paket buka puasa bersama yang sudah menjadi tradisi. Seperti yang digelar di Hotel Nikko,Jakarta.Hotel yang terletak strategis di jantung Ibu Kota, tepatnya Jalan MH Thamrin tersebut membuat paket Ramadan di sejumlah lokasi restoran. The Olive Tree Restaurant misalnya, mengadakan promo Middle Eastern Fiesta. Sejumlah masakan khas Timur Tengah disajikan secara khusus sebagai menu buka puasa. “Menunya mulai dari kofta ala sheeh, beef atau lamb yearos, kibbeh blaban, taboulee,hummus, baba ganoush, dan lebanese chicken.
followers
!-end>!-my>
antara senja dan notula
aku bingung
hatiku canggung
menulis notula rapat
diatas kepalsuan pemimpinnya
ronggongan ilmuan
sayatan kata-kata
terus saja tertoreh dalam guratan-guratannya
Diposting oleh KREASI KATA di 01.12 0 komentar
Label: Puisi
Buta
“Happy Birthday Luna…Happy birthday Luna…Happy birthday… Happy birthday…Happy birthday Luna…”Nyanyian itu seolah mengantarkannya pada hari dimana dia harus pasrah akan segala yang tengah menimpanya nanti. Disaat dia tengah terbaring di tempat tidur itu. Di kamar yang pengap dan bau obat-obatan. Rasa sesak yang amat dalam mengahantuinya yang kini tengah tertidur pulas karena obat bius itu. Tapi sepertinya dia masih sadar, dia masih bisa merasakan hangat sahabatnya, keluarganya, dan semua yang menyayanginya. Mereka ada di ruangan ini. Yah… mereka sahabatnya termasuk aku sedang menyanyikan selamat ulang tahun untuknya sambil bercucuran airmata. Sementara Ibu, sedang duduk dikursi sebelahnya, memegang tangannya dan berkata “Selamat Ulang Tahun Anakku…”seraya menitikkan airmata.
Suasana itu tiba-tiba berubah. Dia seperti merasakan suara gelinding roda yang ditarik dari kebahagiaan itu tengah menjemputnya pada sebuah ruangan yang penuh dengan peralatan medis yang sangat canggih. Ya… ruang operasi... Tempat dimana dia harus tertidur dan mungkin takkan terbangun lagi.
Ini semua karena pertengkaran itu. Pertengkaran yang membuat Luna marah padaku. Kemudian Luna meninggalkannku dengan nada kesal. Luna melempari senyum. Senyum yang tak layak untuk dikatakan senyum. Sementara Aku megejarnya. Aku berteriak…AWAS!!!! Luna terjatuh. Terlempar dari lantai dua rumahnya. Luna tersungkur dilantai dan dia tak tahu apa yang tengah menimpanya kemudian.
Diposting oleh KREASI KATA di 21.15 0 komentar
Label: CERPEN
Na
Peristiwa demi peristiwa mulai merasuk pikiranku, menggerogoti hayalanku. Hingga tak terasa air mata bergulingan dipipi. “Mengapa kau menangis, Dik?” spontan kuhapus air mata dengan lengan bajuku, suara itu sudah tak asing lagi di telingaku. “Ada apa, Ra? Tak biasanya kulihat kau semurung ini.” Tanya seorang pria yang akrab kupanggil Kak Rio.
Diposting oleh KREASI KATA di 19.14 0 komentar
Label: CERPEN
Langganan:
Komentar (Atom)

